Kisah Hudzaifah Al Adawi Tentang Pengorbanan Diri Dan Mementingkan Saudara Lain

Oleh Qowim Musthofa

Setelah perang Yarmuk usai, salah satu perang terbesar melawan orang Romawi, Hudzaifah al Adawi bercerita, bahwa saat itu ia sedang mencari saudara sepupunya di antara para korban yang berserakan.

Huzaifah membawa segelas air, kalau-kalau saudara masih hidup "Aku akan meminumkan air ini dan mengusapkan sisanya ke wajah dia" Niat Huzaifah di dalam hati.

Ternyata benar, saudara Huzaifah terluka parah. Dia seperti sedang bersiap-siap menghembuskan napas terakhir.

"Apa kau mau minum?" tanya Huzaifah.

Dia mengangguk, memberi isyarat bahwa dirinya sedang haus dan sangat mengingkan air. Namun, ketika air itu sudah hendak diminumkan, tiba-tiba terdengar suara orang mengaduh di sebelahnya "Aaaaahhgggh"

Mendengar rintihan tersebut, Saudara sepupu Huzaifah tidak jadi minum. Ia memberi isyarat kepada Huzaifah agar menghampiri orang tersebut.

Huzaifah bangun, mencari asal muasal suara rintihan tersebut. Ternyata orang itu adalah Hisyam bin Al-Ash. Ia juga terluka parah.

Huzaifah kemudian menawarkan minumannya. Namun, air belum sampai diminum, tiba-tiba terdengar rintihan yang lain. Hisyam bin Ash pun memberi isyarat agar Huzaifah segera menolong orang itu.

Huzaifah lalu bangkit dan mencari orang itu. Namun, terlambat karena orang itu sudah meninggal dunia sebelum Huzaifah meminumkan air.

Huzaifah bangkit dan kembali kepada Hisyam bin Ash. Terlambat sudah, sebab ia juga sudah meninggal.

Akhirnya, Huzaifah pun kembali menghampiri Saudara sepupunya. Ternyata ia juga sudah meninggal dunia.

Huzaifah tertegun. Air di tangannya masih utuh, tidak berkurang setetespun. Di samping itu ia merasa kekaguman yang luar biasa. Para prajurit ksatria itu benar-benar rela mengorbankan diri demi saudaranya sesama musli.

---

Konon, Rasulullah Muhammad tidak pernah kenyang, padahal jika ia mau, tinggal perintah kepada para sahabat. Kita seperti ditelanjangi oleh kisah-kisah teladan seperti ini.

Kita lebih mementingkan kepentingan diri sendiri, hingga sering kali memakan hak orang lain. Semoga kita bisa meniru teladan-teladan baik seperti demikian.

Sumber bacaan
Ahmad Dairobi, Menjadi sufi berduit, Sidogiri press. hlm. 224-226

0 Response to "Kisah Hudzaifah Al Adawi Tentang Pengorbanan Diri Dan Mementingkan Saudara Lain"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel