Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Nabi Musa dan Pemuda Bani Israel yang Fasik Tapi Menjadi Waliyullah

Penulis: Abdul Ghofur

Di zaman bani Israil, ada seorang lelaki fasik yang hanyut dalam kemaksiatan dan ia enggan untuk meninggalkan kefasikan tersebut sehingga penduduk merasa resah dan kesulitan untuk mengusirnya.

Akhirnya penduduk merendahkan diri memohon kepada Allah ta'ala. Lantas Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa bahwa di suatu kaum Bani Israil ada seorang pemuda fasik, usirlah dia dari tempat mereka sehingga api neraka tidak menimpa terhadap mereka.
Kemudian Nabi Musa pergi dan mengusir pemuda tersebut. Lalu ia pergi ke sebuah desa yang lain, namun oleh Nabi Musa juga diusir dari desa tersebut atas perintah dari Allah.

Lalu pemuda tersebut  pergi ke hutan yang di sana tidak ada manusia, burung dan binatang buas. Lantas ia sakit keras hingga jatuh tersungkur ke tanah seraya berkata
Wahai, Tuhanku. Seandainya ibuku ada di samping kepalaku, tentu ia akan menyayangiku dan menangisi atas kehinaanku. Seandainya ayahku ada di sisiku tentu ia akan menolongku, memandikanku dan mengkafaniku. Seandainya anak-anakku ada bersamaku, tentu mereka akan berdoa di belakang jenazahku agar engkau mengampuni dosa-dosaku
Pemuda tersebut mengeluh dan terus mengeluh tentang pengandaian-pengandaian. Hingga ia mengatakan:
Ya Allah, aku rela bila engkau memutusku dari ayah, ibu, anak, saudara, dan isteriku. Namun aku mohon kepadamu, jangan putus rahmatmu untukku. Aku rela bila engkau berkenan membakar hatiku dengan memisahkanku dari mereka, tapi jangan sekali-kali engkau membakarku dengan api nerakamu
Seketika itu, Allah mengutus bidadari berwujud ibu dan isterinya, serta mengutus ghilman berwujud anak-anaknya dan mengutus malaikat berwujud ayahnya.

Akhirnya pemuda tersebut meninggal dunia dalam keadaan suci dan diterima taubatnya oleh Allah.

Allah kemudian kembali memberikan wahyu kepada Nabi Musa "Pergilah ke sebuah hutan, di sana ada salah satu waliku yang meninggal dunia. Mandikanlah, kafanilah dan shalatilah ia"

Ketika Nabi Musa sampai ke hutan tersebut, ia kaget ternyata yang disebut wali itu adalah orang yang pernah diusirnya dari desa atas perintah Allah. Lalu Nabi Musa berkata "Ya Allah, bukankah ini seorang pemuda fasik yang telah aku usir atas perintahmu?"

"Ya benar, Musa" Jawab Allah. "Akan tetapi aku menyayanginya dan mengampuninya karena rintihan sakit dan berpisahnya dari tanah kelahirannya yang mengakibatkan ia terpisah dari anak dan isterinya. Lalu aku mengutus bidadari dan malaikat berwujud ibu dan ayahnya."

"Apabila seorang pengembara mati di tengah pertaubatannya, maka penghuni langit dan bumi menangisinya karena kasih sayang kepadanya. Maka bagaimana mungkin aku tidak menyayanginya sedangkan aku adalah maha penyayang di antara para penyayang?" Lanjut Allah menjawab atas sanggahan Nabi Musa.

Sumber
Mawaidz Ushfuriyah, Syaikh Muhammad bin Abu Bakar

Post a Comment for "Kisah Nabi Musa dan Pemuda Bani Israel yang Fasik Tapi Menjadi Waliyullah"