Penyebab Munculnya Mazhab-Mazhab Fikih dalam Islam


Penulis Zulfa
(Mahasiswa Fak. Tarbiyah IIQ An Nur)

Madzhab secara etimologi berasal dari bahasa Arab “dzahaba” yang berati pergi. Istilah madzhab didefinisikan secara sederhana sebagai aliran yang membawa kekhasan pemikiran tertentu dengan seperangkat aplikasinya. Ia dapat mencakup seluruh bidang keislaman. 

Dalam hal ini misalnya dikenal istilah pemikiran dalam bidang akidah (keyakinan), seperti Mu’tazilah, Maturidiyah, Murjiah, Qadariyah, Jabariyah. Sedangkan madzhab dalam bidang siyasah (politik) misalnya Sunni dan Syi’ah. Dan adapun madzhab dalam bidang hukum seperti Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, Hanbaliyah, dan lain-lain.

Dari berbagai bidang tersebut, tulisan ini hanya fokus dalam satu bidang saja, yakni fikih. Madzhab-madzhab fiqh lahir pada masa peradaban Daulah Abbasiyah yang merupakan masa keemasan Islam, atau sering disebut dengan istilah “The Golden Age”. 

Pada masa ini umat Islam telah mencapai puncak kejayaan, baik dalam bidang ekonomi, peradaban dan kekuasaan. Selain itu juga telah berkembang berbagai cabang ilmu pengetahuan, ditambah lagi dengan banyaknya penerjemahan buku-buku dari bahasa asing ke bahasa Arab. 

Fenomena ini kemudian yang melahirkan cendekiawan-cendekiawan besar yang menghasilkan berbagai inovasi baru di berbagai disiplin ilmu pengetahuan. 

Banni Abbas mewarisi imperium besar Bani Umayah. Hal ini memungkinkan mereka dapat mencapai hasil lebih banyak, karena landasannya telah dipersiapkan oleh Daulah Bani Umayah yang besar.

Periode ini dalam sejarah hukum Islam juga dianggap sebagai periode kegemilangan fikih Islam, yang melahirkan beberapa mazhab fikih yang menjadi landasan kokoh bagi setiap ulama fikih sampai sekarang.

Pada dasarnya periode ini merupakan kelanjutan periode sebelumnya, karena pemikiran-pemikiran di bidang fikih yang diwakili mazhab-mazhab ahli hadis dan ahli ra’yu (rasional) merupakan penyebab timbulnya mazhab-mazhab fikih, dan mazhab-mazhab inilah yang mengaplikasikan pemikiran-pemikiran operasional. 

Ketika memasuki abad kedua Hijriah inilah merupakan era kelahiran madzhab-madzhab hukum dan dua abad kemudian madzhab-madzhab hukum ini telah melembaga dalam masyarakat Islam dengan pola dan karakteristik tersendiri dalam melakuan istinbat hukum.

Kelahiran mazhab-mazhab hukum dengan pola dan karakteristik tersendiri ini, tak pelak lagi menimbulkan berbagai perbedaan pendapat dan beragamnya produk hukum yang dihasilkan.

Para tokoh atau imam madzhab seperti Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, Ahmad bin Hanbal dan lainnya, masing-masing menawarkan kerangka metodologi, teori dan kaidah-kaidah ijtihad yang menjadi pijakan mereka dalam menetapkan hukum. 

Metodologi, teori dan kaidah-kaidah yang dirumuskan oleh para tokoh dan para Imam Madzhab ini, pada awalnya hanya bertujuan untuk memberikan jalan dan merupakan langkah-langkah atau upaya dalam memecahkan berbagai persoalan hukum yang dihadapi baik dalam memahami nash Al-Quran dan al-Hadits maupun kasus-kasus hukum yang tidak ditemukan jawabannya dalam nash.

Metodologi, teori dan kaidah-kaidah yang dirumuskan oleh para imam madzhab tersebut berkembang dan diikuti oleh generasi selanjutnya dan tanpa ia sadari menjelma menjadi doktrin (anutan) untuk menggali hukum dari sumbernya. 

Dengan semakin mengakarnya dan melembaganya doktrin pemikiran hukum dimana antara satu dengan lainnya terdapat perbedaan yang khas, maka kemudian ia muncul sebagai aliran atau madzhab yang akhirnya menjadi pijakan oleh masing-masing pengikut madzhab dalam melakukan istinbath hukum.

Sumber Bacaan
Agus Moh Najib, Studi Perbandingan Madzhab, Pokja Akademik, 2006

0 Response to "Penyebab Munculnya Mazhab-Mazhab Fikih dalam Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel