2 Faktor Terjadinya Perbedaan Mazhab dalam Fikih


Penulis Zulfa
(Mahasiswa Fak. Tarbiyah IIQ An Nur Yogyakarta)

Pada artikel sebelumnya, saya telah menjelaskan tentang beberapa sebab munculnya mazhab-mazhab fikih dalam Islam, terutama mazhab empat yang diakui di dunia. Pada tulisan ini saya akan memfokuskan pembahasan pada faktor terjadinya perbedaan mazhab dalam fikih.

Pertama Faktor Internal. Artinya hal ini terjadi di dalam ruang lingkup pembahasan agama islam sendiri meliputi teks-teks primer (Alquran dan Hadis) beserta penafsiran-penafsirannya. Berikut lebih jelasnya:

  1. Karena kedudukan suatu hadits. Suatu hadis yang diterima seorang imam bisa ditanggapi secara beragam. Ada menyakininya lalu mengamalkannya, ada juga yang meragukannya dan tidak mengamalkannya.
  2. Karena tidak sampainya suatu riwayat. Adanya riwayat yang banyak jumlahnya tidak selalu diketahui oleh imam-imam. Dengan bahasa lain perbendaharaan hadis antara satu dengan lainnya tidaklah sama.
  3. Berbeda dalam mengartikan kata-kata nash. Dalam bahasa Arab ada kata-kata yang disebut musytarak, yakni suatu kata yang memiliki makna lebih dari satu. Disamping itu, ada kata dengan arti majazi dan hakiki yang dalam menentukan makna yang dimaksud membuka peluang untuk berbeda pendapat.
  4. Perbedaan penggunaan kaidah-kaidah ushul dan kaidah fiqhiyah. Ada imam yang menggunakan istihsan dan ada yang tidak. Demikian juga dalam penggunaan ijma’ ahlu madinah, qiyas, maslahat mursalah, istishab, fatwa sahabat dan lain-lain. Lafadz amr (suruhan) oleh sebagian dipahami sebagai perintah wajib, dan oleh sebagian dipahami sebagai sunah, dan terkadang dipahami dengan makna lain. Demikian pula makna nahy (larangan) ada yang memahaminya dalam arti haram, ada yang makruh dan mungkin dengan makna lain.

Kedua. Faktor Eksternal. Hal ini terjadi karena proses pemahaman yang berbeda disebabkan secara materi teks sumber.

  1. Berbeda dalam perbendaharaan hadits. Jumlah hadist yang ribuan bahkan ratusan ribu yang tersebar seiring dengan tersebarnya para sahabat ke berbagai kota-kota besar kala itu. membuat tidak samanya perbendaharaan dan penguasaan hadis di kalangan imam-imam mujtahid yang akhirnya akan menghasilkan sejumlah perbedaan dalam berfatwa.
  2. Kurangnya memperhatikan situasi pada saat Nabi bersabda. Terkadang apa yang disabdakan Nabi berlaku umum atau untuk orang tertentu saja. Dan apakah perintah tersebut bersifat untuk selamanya atau sementara.
  3. Kurang memperhatikan dan mempelajari, bagaimana cara Nabi menjawab suatu pertanyaan
  4. Banyak yang terpengaruh oleh pendapat yang diterimanya dari pemuka-pemuka dan ulama
  5. Ada yang berpandangan terlalu berlebihan terhadap amaliyah-amaliyah yang disunnahkan
  6. Berbeda dalam bidang politik. Adanya faksi-faksi yang mempengaruhi perbedaan pendapat dalam masalah hukum islam. Misalnya golongan Khawarij, Syi’ah, Ahlussunah wal Jamaah dan Muktazilah masing-masing mempunyai falsafah dan pandangan hidup sendiri.
Demikian adalah faktor secara internal dan eksternal yang memengaruhi perbedaan mazhab yang ada di dalam fikih islam.

Sumber Bacaan
Agus Moh Najib, Studi Perbandingan Madzhab, Pokja Akademik, 2006

0 Response to "2 Faktor Terjadinya Perbedaan Mazhab dalam Fikih"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel