3 Prestasi Sayyidina Ali Ketika Menjadi Khalifah


Penulis Ahmad Saefudin & Khoirul Imam

Ketiga khalifah sebelumnya sudah kami bahas satu persatu, mulai dari Khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab hinggan Usman bin Affan. Kini giliran Ali bin Abi Thalib.

Beliau ialah Ali Ibnu Abi Thalib ibnu Abdil Mutthalib, putra dari paman Rasulullah dan suami dari putri beliau yaitu Fatimah. Fatimah adalah satu-satunya Rasulullah yang mempunyai keturunan. Dari pihak Fatimah inilah Rasulullah mempunyai keturunan sampai sekarang. 

Di waktu Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasul, Ali termasuk orang yang pertama menyatakan Islamnya dan pada saat itu ia masih kecil. Oleh karena itu Ali terkenal Anak yang pertama kali beriman.

Sebagai masa peralihan dari Kholifah Usman bin Affan ke Kholifah Ali bin Abi Thalib, kekacauan kembali terjadi. Dalam kondisi negara seperti itu, karakter pemimpin yang tegas dan mengutamakan kebenaran sangat diperlukan. Khalifah Ali bin Abi Thalib mempunyai karakter yang tepat. Ketegasan Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam membela kebenaran mirip dengan Khalifah Umar bin Khattab. Ali adalah tipe orang yang suka berterus terang. 

Ia tidak takut kepada celaan siapapun yang menjalankan kebenaran, meskipun hal tersebut beresiko bagi drinya.

Oleh sebab itu, setelah diangkat menjadi khalifah, Ali mengambil langkah-langkah tegas yaitu: memecat kepala-kepala daerah yang diangkat oleh ustman dan dikirimlah kepala yang baru untuk menggantinya, mengambil kembali tanah-tanah yang dibagi-bagikan Ustman kepada kerabatnya tanpa jalan yang sah. 

Demikian juga hibah atau pemberian Ustman kepada siapapun yang tidak beralasan diambil kembali oleh Ali untuk di kembalikan kepada negara. Pada masa awal pemerintahannya terjadi peperangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Sayyidah Aisyah Zubair dan Thalhah yang tidak mengakui kekhalifahannya. 

Kemudian terjadi perang Shiffin dengan Muawiyah yang menuntut untuk diusutnya kasus pembunuhan Ustman bin Affan, kubu muawiyah hampir kalah, kemudian kubu Muawiyah atas saran Amr bin Ash meletakkan Al-Quran diujung tombak sebagai tipu daya terhadap peperangan. Maka terjadilah perundingan antar dua kubu yang menghasilkan tahkim. Ali bin Abi Thalib wafat karena ditusuk oleh Abdurrahman bin Muljam di otaknya ketika akan berangkat sholat shubuh di masjid kuffah.

Kebijakan dan prestasi Ali bin Abi Thalib yaitu:
  1. Pengembangan Ilmu pengetahuan dan peradaban. 
  2. Mengembangkan kajian Bahasa Arab menjadi sebuah kajian Ilmu yang sistematis.
  3. Merumuskan kaidah-kaidah Bahasa Arab yang sekarang lebih dikenal dengan Nahwu, dengan tujuan untuk mempermudah memahami bahasa arab yang menjadi bahasa Al-qur’an dan Hadist. 
Berikut adalah sifat dan sikap karakteristik sahabat Ali ibnu Abi Thalib:
  1. Pemberani. Ali merupakan sosok yang sangat pemberani. Di usia yang sangat muda Ali sudah mengikuti perang bersama Rasululloh baik diperang badar dan uhud.
  2. Cerdas. Ali merupakan Sahabat yang banyak meriwayatkan Hadist dari Rasululloh baik perkataan, perbuatan maupun ketetapan Nabi. 
  3. Berwawasan Luas. Kepintaran Ali pernah disampaikan dan dipuji Rasulullah. Bahkan dalam sebuah hadist Rasulullah bersada: Aku adalah kotanya Ilmu dan Ali adalah pintunya. 
Sumber Bacaan
A. Syalabi, Sejarah Kebudayaan Islam, Jakarta: Pustaka Al Husna Baru 2003

0 Response to "3 Prestasi Sayyidina Ali Ketika Menjadi Khalifah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel