Imam Mazhab Fikih dan Pengikutnya di Berbagai Negara di Dunia


Penulis: Idzhar Fathoni
(Mahasiswa Ushuludin IIQ An-Nur Yogyakarta)

Kata “Mazhab” berasal dari bahasa Arab yang berarti jalan yang dilalui atau dilewati. Menurut para ulama dan ahli agama Islam, yang dinamakan mazhab adalah metode yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas bagian dan batasannya serta dibangun atas dasar prinsip dan kaidah.

Ahlussunnah wal Jama’ah berhaluan salah satu Mazhab yang empat. Seluruh umat Islam di dunia dan para ulamanya telah mengakui bahwa Imam yang empat ialah Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad Ibnu Hambal yang merupakan kelanjutan dan intisari dari fiqih yang dianut oleh para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in dan telah memenuhi persyaratan sebagai Mujtahid. 

Hal itu dikarenakan ilmu, amal dan akhlak yang dimiliki oleh mereka. Maka ahli fiqih memfatwakan bagi umat Islam wajib mengikuti salah satu mazhab yang empat tersebut.

Imam Hanafi
Abu Hanifah lahir di Kufah tahun 80 H dan wafat pada 767 masehi. Beliau ialah ahli fiqih Irak dan merupakan orang Persia asli. Sebelum berguru kepada ulama, Abu Hanifah adalah seorang pedagang karena ayahnya juga merupakan seorang pedagang. Oleh karena itu, profesi perdagangan itulah yang membuatnya mahir dalam membuat kaidah-kaidah fiqih yang terkait dengan perdagangan berdasarkan dalil-dalil agama yang kuat.

Mazhab Hanafi ialah mazhab fiqih pertama dari tiga mazhab yang lain. Mazhab Hanafi merupakan mazhab fiqih yang paling banyak pengikutnya dan paling luas jangkauan geografisnya di dunia, antara lain meliputi Turki, Suriah, Libanon, Yordania, Palestina, Mesir, sebagian Irak, Kazakhstan, sebagai kawasan India, Cina dan Bangladesh. 

Adapun metode pengambilan hukumnya ada tujuh yaitu: Alquran, hadis, ijma’, pendapat sahabat, qiyas, istihsan (pendapat berdasarkan dalil terkuat), dan ‘urf (tradisi).

Imam Maliki
Imam Malik lahir pada tahun 93 H dan wafat pada 797 masehi. Beliau mempunyai kitab kumpulan hadis Al-Muwatta’. Ayah dan ibu beliau adalah orang Arab asli yang berasal dari Yaman. Imam Malik biasa dipanggil dengan sebutan Abu Abdillah. Mazhab Maliki adalah mazhab fikih kedua dalam segi senioritas. 

Diperkirakan 35 persen muslim Ahlussunnah wal Jama’ah mengikuti mazhab Maliki meliputi negara Aljazair, Sudan, Tunisia, Maroko, Bahrain, Uni Emirat Arab, sebagian Arab Saudi dan negara lain di Timur Tengah.

Imam Syafi’i

Imam Syafi’i dilahirkan pada tahun 150 H, tahun dimana Imam Abu Hanifah-Imam mazhab fikih yang paling tua meninggal dunia. Beliau wafat pada 767 masehi. Beliau lahir di Gaza (Palestina). Ada yang berpendapat bahwa beliau dilahirkan di Yaman dan tumbuh besar di Asqalan dan Gaza. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah Muhammad. Pada kakek beliau Abdu Manaf, dan silsilah nasab beliau selanjutnya sampai kepada Adnan. 

Imam Syafi’i tumbuh dari keluarga fakir yang tidak memiliki rumah di Palestina. Bapaknya meninggal dunia ketika belau masih kecil. Ibunya membawanya pindah ke Mekah agar nasabnya yang mulia tidak hilang (terputus). 

Ditambah lagi, ibu beliau juga bersungguh-sungguh mendidik Imam Syafi’i kecil dengan pendidikan bahasa Arab, sehingga beliau mampu hafal Qur’an dalam usia tujuh tahun, lalu menghafal Kitab Muwattha’ karya Imam Malik. Selain berdasarkan pada Al-Qur’an, sunnah, dan ijma, Imam Syafl'i juga berpegang pada qiyas. 

Beliau disebut juga sebagai orang pertama yang membukukan ilmu usul Fiqih. Karyanya yang terkenal adalah AI-Umm dan Ar-Risalah. Untuk penyebaran mazhab Syafi’i dianut di sejumlah negara di seluruh dunia. Mulai dari Suriah, Libanon, Mesir, Yaman, Indonesia, Malaysia, Afrika Timur, India selatan, dan seterusnya.

Imam Hambali

Imam Hambali lahir pada rabiul awal, 164 H. Beliau wafat pada 855 masehi. Beliau merupakan imam para ahli hadis dan penulis kitab Al-Musnad. Mazhab Hambali adalah mazhab termuda di antara keempat mazhab fiqih Aswaja. 

Oleh karena itu, tidak heran apabila pengikut mazhab ini secara kuantitas dan jangkauan geografis paling sedikit. Mazhab ini hanya tersebar di daerah Nejed, Teluk Arabia, Mesir dan kawasan Syam, (Suriah, Libanon, Irak, Yordania).

Demikian dari keempat Imam tersebut tentunya memiliki cara pandang yang berbeda dalam menetapkan suatu hukum atau permasalahan. Hal ini merupakan hal yang biasa. 

Bahkan, perbedaan itu menjadi rahmat bagi muslim awam sehingga mereka bisa memilih pendapat yang dapat memberikan solusi pada masalah yang dihadapi sehari-hari. Wallahu ‘alam bishawab.

Sumber BacaanAziz Asy-Syinawi, Abdul. 2013. Biografi Empat Imam Mazhab. Jakarta: Ummul Qura’.
Syuhud, A. Fatih. 2017. Ahlussunnah Wal Jama’ah Islam Wasathiyah Tasamuh Cinta Damai. Malang: Pustaka Al-Khoirot.
Suryadilaga, M. Alfatih. 2010. Ulumul Hadis. Yogyakarta: Teras

0 Response to "Imam Mazhab Fikih dan Pengikutnya di Berbagai Negara di Dunia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel