Jika Islam Masuk Ke Nusantara Mulai Abad 8, Kenapa Tidak Berkembang?


Penulis Aswal Askah

Pada artikel sebelumnya telah dibahas beberapa teori masuknya Islam ke Nusantara, dari Arab, Persia, hingga China. Dari teori yang paling awal yakni abad ke 7 atau 8 Masehi. Pertanyaan yang muncul adalah jika teori tersebut benar adanya, kenapa Islam di Nusantara tidak berkembang hingga abad ke 14 M.?

Untuk menjawab pertanya tesebut, kita harus memahami terlebih dahulu bahwa Nusantara yang kini sudah berubah menjadi Indonesia adalah sebuah Negara dengan popularitas penduduk beragama Islam terbanyak di dunia sekarang ini, padahal Indonesia bukanlah sebuah Negara Islam, Islam bukan pula berasal dari Indonesia.

Tapi bagaimana mungkin agama Islam bisa menjadi agama mayoritas di Negeri ini?

Dari pertanyaan sederhana ini, saya akan memberikan penjelasan tentang bagaimanakah proses penyebaran agama Islam di Indonesia sehingga bisa menjadi agama mayoritas seperti sekarang ini.

Namun, sebelum masuk ke dalam tema pembahasan lebih jauh lagi, perlu kita ketahui terlebih dahulu bahwa Indonesia yang dulunya disebut sebagai Nusantara adalah sebuah negeri yang sangat istimewa, seseorang peneliti dari Jerman yang juga seorang yang ahli dalam ilmu metalurgi menyatakan bahwa jenis logam terbaik ada di Nusantara.

Ini berdasar dari teori sederhana yang dicetuskannya, yaitu hanya dengan melihat jenis alat musik yang ada di Indonesia.

Di zaman dahulu ketika alat musik yang dimiliki oleh Negara-negara besar di dunia terbuat dari kulit, pohon, dan tulang atau gading, tapi bangsa kita sudah bisa membuat alat musik dari logam, seperti gong dan gamelan.

Sebagaiman yang dijelaskan oleh Kiai Muwafiq dalam buku Islam Rahmatan Lil Alamin, bahwasanya bangsa yang menguasai ilmu pertambangan yang maju dan penguasaan metalurgi yang mapan, yang mampu membuat alat musik dari logam.

Peneliti asal Jerman tersebut lebih dibuat kagum lagi oleh keris, keris adalah senjata teknologi maha logam, karena pucuk keris pada zaman Majapahit dan Singasari itu terbuat dari logam bintang. Dan logam bintang hanya bisa meleleh di suhu 15.000 derajat. Jika dibandingkan sekarang, tanurnya PT.Krakatau steel hanya 4.000 derajat.

Begitu pula kesenian wayang yang menjadi kesenian khas Nusantara yang juga dikenal dengan produk budaya animisme jawa, yang sekurang-kurangnya sudah dikenal sebelum tahun 400 Masehi adalah salah satu kesenian yang mampu menggabungkan antara seni suara, tari, musik, dan mampu memasukan unsur dakwah di dalamnya merupakan salah satu kesenian yang paling dikagumi oleh bangsa-bangsa lain.

Indonesia dari dulu adalah bangsa yang besar yang memiliki puluhan bangsa dan puluhan suku yang tersebar di setiap penjuru Indonesia.

Dan inilah yang membuat heran bangsa lain, bagaimana bisa Nusantara menjadi bangsa yang bersatu?

Kalau Arab menjadi sebuah Negara maka tidak heran, karena satu bangsa dijunjung oleh banyak Negara, Eropa satu bangsa yang dijunjung oleh puluhan Negara, sedangkan kita (bangsa Indonesia) puluhan bangsa dijunjung dan disatukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bahkan Agama Islam yang dianut di Nusantara adalah Islam yang istimewa, bisa dikatakan demikian. Sebagian pakar sejarah menuturkan bahwa mulai dari zaman sahabat sudah ada yang berupaya menyebarkan agama Islam di Nusantara dengan jalan penaklukan (peperangan), tapi pedang-pedang mereka yang terkenal gagah dan tangguh itu patah di tangan para empu-empu yang hanya menggunakan keris, yang merupakan senjata kebanggaan bangsa kita.

Sehingga penyebaran agama Islam dari jalaur peperangan tidak mampu menembus ketangguhan dari penduduk Nusantara. Maka dari itu dicarilah cara agar Islam bisa masuk dan diterima oleh penduduk dengan jalan damai.

Tapi, menurut P. Wheatley dalam The Golden Kersonese: studies in the historical geoghraphy of the malay peninsula before A.D. 1500, Islam sudah masuk ke Indonesia sejak pertengahan abad ke-7 Masehi, yang paling awal membawa seruan Islam ke Nusantara adalah para saudagar Arab, yang sudah membangun jalur perhubungan dagang jauh sebelum Islam.

Dalam catatan sejarah juga dikemukakan bahwa pada abad ke-10 sudah digambarkan dengan jelas keberadaan ribuan pedagang muslim di kota Canton.

Sayangnya, menurut Ricklefs dalam sejarah Indonesia modern 1200-1800, kehadiran muslim dari luar kawasan Indonesia tidak mneunjukkan bahwa Negara-negara islam telah berdiri, tidak pula tergambarkan bahwa telah terjadi perpindahan agama dari penduduk lokal dalam tingkat yang cukup besar.

Fakta sejarah terkait belum belum dianutnya Agama Islam oleh penduduk pribumi Nusantara, terlihat pada bukti faktual pada dasawarsa akhir abad ke-13, sewaktu Marcopolo kembali ke italia lewat laut dan sempat singgah di negeri perlak.

Saat itu, Marcopolo mencatat bahwa penduduk perlak terbagi atas tiga golongan masyarakat sebagai pemukim yaitu, kaum muslim Cina, kaum muslim Persia-Arab, dan penduduk pribumi yang masih menyembah roh-roh dan kanibal.

Bahkan dua pelabuhan dagang di dekatnya, yaitu Basma dan Samara, bukanlah kota Islam. Pada seperempat akhir abad ke-14 terjadi perpindahan penduduk muslim Cina di Canton, Yangchou, dan Changchou ke selatan.

Mereka menghuni pantai utara Jawa dan pantai timur Sumatera, saat itu tercatat bahwa Islam belum dianut penduduk pribumi secara luas. Oleh karena itu, ada teori yang menyebutkan bahwa Islam Nusantara berasal dari orang-orang China.

Secara umum, dapat dikatakan bahwa proses masuknya Islam ke Nusantara yang ditandai awal hadirnya pedagang-pedagang Arab dan Persia pada abad ke-7 Masehi, terbukti mengalami kendala sampai masuk pada pertengahan abad ke-15.

Ada rentang waktu sekitar delapan abad sejak kedatangan awal Islam, agama Islam belum dianut secara luas oleh penduduk pribumi Nusantara. Baru pada pertengahan abad ke-15, yaitu era dakwah Islam yang dipelopori tokoh-tokoh sufi yang dikenal dengan sebutan Wali Songo, Islam dengan cepat diserap ke dalam asimilasi dan sinkretisme Nusantara.

Ini menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab, bagaimana proses dakwah islam di nusantara yang berhasil menjadi agama mayoritas di abad 15 M?

Baca kelanjutannya di artikel saya 6 Pendekatan Dakwah Wali Songo.

Sumber Bacaan
Islam Rahmatan Lil Alamin KH A. Muwafiq, Albarokah, 2019

0 Response to "Jika Islam Masuk Ke Nusantara Mulai Abad 8, Kenapa Tidak Berkembang?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel