Islam Nusantara Berasal dari Orang-orang Arab


Penulis Alim Ma'ali

Agama islam di nusantara merupakan agama pendatang. Hal ini bisa dikatakan karena islam sendiri tidak lahir di indonesia, akan tetapi berasal dari negara Arab. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bahwa islam masuk ke nusantara dengan beberapa latar belakang tertentu. Salah satunya adalah teori Arab. 

Tulisan ini sebagai perbandingan pada artikel sebelumnya yang menjelaskan tentang proses masuknya Islam di Nusantara, ada yang mempunyai teori dari Persia dan teori dari China.

Dalam teori Arab ini dikatakan bahwa pengaruh masuknya islam ke indonesia adalah melalui jalur perdagangan. Jauh sebelum masa pra islam, pelaut nusantara telah melakukan pelayaran ke Arab dan begitu pula sebaliknya dengan pelaut Arab yang melakukan pelayaran ke nusantara untuk melakukan perdagangan. 

Hal ini dibuktikan dengan perniagaan cengkeh milik Nusantara pada tahun ke -70 M sudah sampai di kota besar Roma melewati pelabuhan di Iskandariyah yang berada di Mesir. Hal itu menjadi bukti bahwa telah ada hubungan anatara keduanya. 

Selain itu para pedangang arab sangat aktif dalam melakukan perdagangan dari Barat ke Timur. Berdasarkan dari sumber china dari dinasti Tang menyebutkan bahwa seorang pedagang Arab telah menjadi pemimpin di pemukiman orang-orang arab muslim yang menetap di bagian pesisir barat sumatera dan para saudagar Arab yang tinggal di negeri kalingga di jawa.

Adanya komunitas atau pemukiman orang-orang arab muslim di bagian Nusantara atau lebih sering disebut Bandar Khalifah, hal ini tidak menutup kemungkinan adanya kontak sosial antara orang Arab dengan penduduk lokal. 

Beberapa pedagang ini dikatakan telah menikahi penduduk lokal sehingga terjadinya komunitas campuran antara orang barat dengan penduduk lokal. Anggota-anggota komunitas muslim ini juga sangat berperan dalam kegiatan penyebaran islam. 

Selain itu di samudera pasai madzhab yang terkenal adalah madzhab syafi’i. Madzhab ini juga terkenal di Arab dan Mesir sehingga madzhab ini digunakan oleh Al-Malik pada raja-raja samudera pasai seperti budaya islam di Mesir.

Pada pertengahan abad ke-10 Masehi dikatkan oleh R.Mauny dalam bukunya the wakwak and the indonesian invasion in east afrika in 945 menegaskan bahwa orang-orang nusantara telah melakukan invasi ke madagaskar yang terletak di pantai bagian timur Afrika. 

Dalam invasi tersebut, penduduk nusantara menetap dan berkembang biak disana sehingga menjadi penduduk setempat. Hal ini bisa dibuktikan oleh bahasa Malagasi yang digunakan penduduk Madagaskar dikategorikan cabang paling barat dari rumpun bahasa melayu-polinesia.

Bukti kemampuan para pelaut Nusantara dalam mengarungi samudera dicatat oleh salah satu Arab bernama Ibnu Lakis. Menurut terjemehan J. Sauvaget dalam Merveilles de’ indie, pada tahun 945-946 M mengatakan bahwa telah datang kira kira sekitar seribu perahu yang dinaiki orang waqwaq di daerah sofalanya kaum zanggi di pantai mozambique. 

Orang-orang waqwaq yang tinggal berhadapan dengan negri china ini menjelaskan bahwa mereka berasal dari negri yang jauh sehingga memerlukan setahun pelayaran. Tujuan mereka adalah mencari bahan yang cocok untuk negri mereka dan untuk china.

Selain itu sebelum datangnya orang waqwaq di kepulauan yang berhadapan dengan negri China saudagar-saudagar muslim Arab dan Persia telah menguasai perniagaan di Laut Imdia. 

Pada tahun 879 M pelabuhan di kadrang/Phan-rang di Champa Selatan yang sebelumnya menjadi tempat tinggal saudagar muslim Arab, india, persia dihancurkan sehingga para saudagar Arab melarikan diri ke selatan dan tinggal di sepanjang pesisir laut China selatan.

Dari sekumpulan bukti tersebut dapat dikatakan bahwa penduduk nusantara telah berkunjung jauh di benua yang lain sehingga dikemungkinkan adamya kontak sosial antara penduduk lokal dengan penduduk asing.

0 Response to "Islam Nusantara Berasal dari Orang-orang Arab"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel