Benarkah Islam Nusantara Berasal Dari Islam-Persia?


Penulis Ahmad Fathir

Agama merupakan suatu hal yang sangan fundamental bagi setiap orang. Agama biasa dipahami sebagai suatu sistem kepercayaan yang menghasilkan berbagai bentuk pengamalan lahiriyah, sebagai wujud kepatuhan terhadap Tuhan. 

Di berbagai negara, orang hidup dengan menganut berbagai agama dan kepercayaan. Jumlah dan jenisnya pun beragam. Di Indonesia sendiri, setidaknya ada 6 agama yang diakui, di antaranya Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghuchu. Berbagai cara dilakukan untuk melakukan persembahan sesuai dengan agama masing-masing.

Sejarah agama di Bumi ini memang sudah sangat tua. Bahkan sistem kepercayaan telah berkembang sejak zaman manusia praaksara (sebelum mengenal tulisan). Orang-orang pada masa prasejarah juga telah menyadari ada kekuatan lain di luar mereka. 

Oleh karena itu, mereka berusaha mendekati kekuatan itu. Mereka mengadakan berbagai upacara, seperti pemujaan, pemberian sesaji, atau upacara ritual lainnya.

Di Indonesia (Nusantara) sendiri, agama-agama yang sekarang ini diakui bukanlah asli agama (kepercayaan) orang-orang Indonesia, melainkan hasil campur tangan bangsa-bangsa lain. 

Dalam buku Atlas Walisongo, karya Agus Sunyoto, di sana dijelaskan bahwa, secara umum kepercayaan orang-orang Nusantara, sebelum datangnya agama-agama import, dapat disebut dengan animisme. Kepercayaan animisme ini telah berlangsung jauh sebelum datangnya kepercayaan/agama lain, yakni sejak zaman purba.

Pada kepercayaan animisme, manusia purba percaya terhadap roh yang mendiami semua benda. Mereka juga memercayai adanya roh di luar roh manusia yang dapat berbuat jahat dan berbuat baik. Roh-roh itu mendiami semua benda, misalnya danau, pohon, dan sebagainya. 

Bukti bahwa manusia purba di Nusantara telah mempunyai kepercayaan animisme adalah adanya benda” yang biasa digunakan sebaga alat ataupun media dalam pemujaan. Seperti Dolmen, menhir, dan lain sebagainya. Kepercayaan tersebut terus berlanjut hingga agama-agama import datang ke Nusantara.

Termasuk agama import adalah Islam. Ada banyak pendapat dari banyak ahli tentang teori masuknya Islam ke Nusantara. Selain ada teori tentang masuknya Islam dari China, ada pula yang berpendapat bahwa Islam di Nusantara berasal dari Persia.
Teori Persia ini menyatakan bahwa masuknya Agama Islam ke Indonesia berasal dari Persia. 
Pencetus sekaligus pendukung Teori Persia adalah Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat, mereka mengatakan bahwa Agama Islam yang masuk ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi adalah Agama Islam yang dibawa oleh kaum Syiah, Persia.

Terdapat beberapa bukti yang mendukung teori ini diantaranya kesamaan budaya Islam Persia dan Islam Nusantara seperti adanya 
  1. Peringatan Asyura dan peringatan Tabut 
  2. Kesamaan ajaran Sufi 
  3. Penggunaan istilah persia untuk mengeja huruf Arab 
  4. Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 di Gresik, 
  5. Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik (Leren adalah nama salah satu pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen & PA Hussein Jayadiningrat), 
  6. Kesamaan seni kaligrafi pada beberapa batu nisan, serta bukti maraknya aliran Islam Syiah khas Iran pada awal masuknya Islam di Indonesia.
Karena banyaknya bukti yang mendukung teori ini, teori ini sempat menjadi teori masuknya Islam ke Indonesia yang paling benar oleh sebagian sejarahwan. Namun ternyata teori ini juga memiliki kelemahan. 

Bila dikatakan bahwa Islam masuk pada abad ke 7, maka kekuasaan Islam di Timur Tengah masih dalam genggaman Khalifah Umayyah yang berada di Damaskus, Baghdad, Mekkah, dan Madinah. 

Jadi tidak memungkinkan bagi ulama Persia untuk menyokong penyebaran Islam secara besar-besaran ke Nusantara

Sumber Bacaan
Atlas Walisongo, Agus Sunyoto

0 Response to "Benarkah Islam Nusantara Berasal Dari Islam-Persia?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel