Aswaja dan Ijma Ulama Nusantara


Penulis Muhammad Nanang Masykuri
(Mahasiswa Ushuludin IIQ An Nur Yogyakarta)

ASWAJA (ahl as-Sunnah wa al-Jam’ah) dalam sejarahnya merupakan salah satu aliran teologi Islam, yang mengikuti pemikiran  Abu Hasan al-Asy’ary pada awal abad 4 sebagai reaksi terhadap paham aliran Muktazilah yang bertolak belakang dalam beraqidah dengan apa yang dibawakan oleh Nabi, sahabat, dan tabi’in.

Pada dasarnya aswaja sudah ada sejak zaman Nabi dan para sahabat yang mana ini menujukan bahwa aswaja bukan merupakan suatu yang bid’ah (hal baru dalam agama) akan tetapi pada saat itu hal ini belum terkonsep secara terstruktur dan sistematis.

Kemudian istilah Aswaja dikenal luas di Nusantara ini yang telah kita ketahui bahwa banyak dari penduduk Nusantara ikut dalam barisan NU maupun Muhammadiyah, keduanya beraliran Aswaja.

Di Nusantara sendiri Islam tersebar luas pada masa Wali Songo. Mereka dalam menyebarkan dakwahnya menggunakan pendekatan kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar, seperti aku;turasi budaya dan lainya. Mulai dari situ Islam diterima di Nusantara. Setelah Wali Songo peran dakwah terus berlanjut sampai sekarang yang diwarisi oleh Ulama-ulama Nusantara.

Sejak saat era wali songo tersebut, istilah Islam Nusantara muncul walau belum sacara nampak. Akan tetapi nilai-nilai yang terkandung didalamnya menunjukkan bahwa Islam Nusantara telah menjadi sebagian dari penampakan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Hal tersebut bisa lihat dari kapasitas ulama-ulama kita mulai dari dahulu sampai sekarang. yang mana sampai Nusantara menjadi kiblat studi Islam.

Dalam menjalankan ataupun menerapkan Islam di Nusantara, para ulama tidak selalu tekstual (sesuai teks Qur’an dan hadits) akan tetappi mereka mengambil nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Hal tersebut dilakukan karena melihat kondisi dan situasi masyarakat Nusantara yang bermacam-macam demi terhindarnya perpecahan dan kesusahan.

Oleh karena itu para ulama menggunakan metode ber-ijma’ dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan Islam.

Sebagai contoh, didalam NU ada Muktamar yang didalamnya terdapat pembahasan masalah-masalah yang belum ada keputusannya disetiapnya. Dan dengan melakukan Ijma’ mereka akan berusaha mencari jalan keluar untuk permasalahan tersebut.

Berikut contoh ijma’ ulama Nusantara bagi Umat Islam Nusantara; menetapkan Indonesia sebagai dar al-Islam, menetapkan pencasila sebagai dasar negara, menetapkan hukum ta’liq thalaq dan alin sebagainya.

0 Response to "Aswaja dan Ijma Ulama Nusantara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel